Rabu, 17 Agustus 2011

FIRMAN_MU PELITA BAGI HIDUP SAYA

17 Agustus 2011

Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah yang hidup dan yang kekal.

1 Petrus 1:23

Musim semi bulan mei tiba di padang rumput orang kanada. Bunga tulip berbunga menjulang tinggi dari tanah lembab, warna hijaunya meberi pemandangan indah. Burung-burung yang berimigrasi pulang bersenandung, termasuk pasangan burung robin yang membuat sarangnya di antara tanaman menjalar di perbatasan parkir mobil kami.
Leo dan saya masuk ke rumah setelah menanam kacang polong dan wortel di kebun sayur kami dan mendengar ramalan cuaca yang kembali mengingatkan badai salju dahsyat. Pertama-tama saya tidak menghiraukannya. Mungkin hanya untuk wilayah Arktik yang tinggi. Dan saya tahu ahli peramal biasanya tidak bisa dipercaya, bukankah begitu??
Salah besar! Esok paginya ketika bangun, kami menemukan serpihan salju basah berterbaran di sana-sini, hamparan salju putih yang musimnya belum tiba menutupi rumput hijau, cabang-cabang pohon, bahkan lambat laun menyelimuti bunga tulip yang paling tinggi. Bagaimana dengan burung-burung itu??
Sambil mengisi beberapa tempat makanan burung di bawah semak pohon cedar bersama potongan apel dan kismis untuk robin, saya menunggu burung-burung itu. Mudah-mudahan saja burung-burung itu bisa melihat makanan itu ...
Badai bertambah buruk, tetapi kemudian saya melihat seekor mahluk bergerak di antara pohon cedar seperti seekor burung gereja yang mengepak-ngepakkan sayapnya dengan lemah dan akhirnya jatuh ke tanah. Saya seolah-olah mendengar bunyi sesuatu yang jatuh berulang kali. Jauh sebelumnya ada kicauan burung yang memberi tahu saya bahwa badai sudah berlalu.

Benih Firman-Mu telah membuatku kuat melewati tantangan yang tak terduga Tuhan. Tolong aku bersukacita seperti burung pipit yang bebas membagikan tuntunan setia-Mu dengan orang-orang yang menggelepar dalam badai kehidupan. _ ALMA BARKMAN

Sumber : Renungan Setiap Hari, oleh DAILY GUIDEPOSTS
Terbitan : KARISMA - mei 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar