Jumat, 19 Agustus 2011

JANGANLAH MELIHAT KEKURANGAN DAN KESALAHAN ORANG LAIN

20 Agustus 2011

Lalu berkatalah kepala juru minuman kepada Firaun: "Hari ini aku merasa perlu menyebutkan kesalahanku yang dahulu ...
Kejadian 41:9

Saya tinggal di sebuah rumah berbentuk kubah_beberapa teman kami menggambarkannya seperti "muffin beras besar di atas tanah yang luas." Itu rumah impian suami saya, Don. Dia merancang bangunannya dengan seorang ahli konstruksi, membangun dek depan besar dan menaruh satu truk batu bata untuk membentuk rumpun bunga mawar unik di halaman depan.
Rumah itu nyaris sempurna. Jendela lantai atas menampilkan pemandangan indah: jagung kuning yang tumbuh dengan jarak beberapa kilometer; sejenis gandum oranye dan gandum hijau cerah. Tempat pembakaran kayu dibuat untuk menghangatkan seluruh penghuni rumah, sehingga kami tetap hangat pada musim dingin. Banyak kamar untuk keenam cucu kami, terutama yang sekarang diselesaikan Don adalah rumah bermain di lantai dasar.
Rumah itu hampir sempurna. tetapi ada kekurangannya; atapnya bocor. Selama dua puluh tiga tahun lalu, kami telah mengganti atap lengkap, menyelesaikan lima pekerjaan besar dan mendempul lapisannya dengan apik. Tetapi masih tetap bocor juga.
Ramalan cuaca menyebutkan besok hujan akan turun sehingga kami mendempulnya lagi saat ini. Don memanjat dua belas anak tangga, membawa tangga setinggi satu setengah meter dan mulai mendempulnya. Saya menyediakan tangga besar siap pakai agar tidak perlu berlari mengambi peralatan lain.
"Jika kita memiliki rumah biasa, kita tidak perlu melakukan ini!" teriak saya kepadanya
"Rumah biasa akan membosankan!" balasnya lagi. "Justru kekurangan rumah inilah yang membuatnya menarik!"
"Saya akan mengingatnya bila mengeluarkan ember besok!" Kata saya.
Dan saat mengingat hal itu, saya melakukannya, bukan saat mengeluarkan ember; tetapi ketika menunggu hujan. Saya merenungkannya saat nyaris menyerah kepada seorang teman yang benar-benar saya sukai_kecuali kebiasaannya yang menjengkelkan karena selalu datang terlambat. Dan ketika petugas lupa mengeposkan surat penting. ketika suami saya yang nyaris perfeksionis itu lagi-lagi berkata, "Ramalan hujan. Kita lebih baik mendempul atap ini lebih baik lagi."

Tuhan, hanya Engkau yang sempurna! Tolong aku mengampuni kesalahan, kelemahan, dan kebiasaan orang lain karena aku adalah milik-Mu. _PENNEY SCHWAB


Sumber : Renungan Setiap Hari, oleh DAILY GUIDEPOSTS
Terbitan : KARISMA mei 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar